Prinsip Iradiasi Pangan

Posted by umamkhoirul Wednesday, May 27, 2009

Pada pengawetan bahan pangan dengan iradiasi digunakan radiasi berenergi tinggi yang dikenal dengan nama radiasi pengion, karena dapat menimbulkan ionisasi pada materi yang dilaluinya (Maha, 1981). Gambar 2. menunjukkan prinsip pengawetan bahan pangan dengan iradiasi.

Sumber iradiasi

Bahan pangan

Eksitasi, ionisasi, dan
perubahan komponen sumber iradiasi

Efek fisik, kimia,
dan biologis bahan pangan

Pertumbuhan sel bahan terhambat, mikroorganisme
patogen dan pembusuk mati, perubahan warna, aroma,
dan tekstur bahan, perubahan nilai nutrisi

Gambar 2. Skema proses pengolahan bahan pangan dengan iradiasi

Gambar di atas terlihat bahwa sumber iradiasi (sinar x, sinar gamma dan berkas elektron) mengenai bahan pangan. Apabila hal ini terjadi maka akan menimbulkan eksitasi, ionisasi dan perubahan komponen yang ada pada bahan pangan tersebut. Apabila perubahan terjadi pada sel hidup, maka akan menghambat sintesis DNA yang menyebabkan proses terganggu dan terjadi efek biologis. Efek inilah yang digunakan sebagai dasar untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada bahan pangan (Maha, 1981).
Pemanfaatan praktis iradiasi bahan pangan banyak berkaitan dengan pengawetan. Radiasi menonaktifkan organisme perusak pangan, yaitu bakteri, kapang dan khamir. Iradiasi juga efektif untuk memperpanjang masa simpan sayur dan buah segar karena membatasi perubahan hayati yang berkaitan dengan pematangan, peramunan, pertumbuhan dan penuaan.
Ketidakstabilan ini menyebabkan inti atom bergerak menuju inti stabil dengan memancarkan radiasi pengion (ionizing radiation) atau yang umum dikenal dengan nama iradiasi. Sesuai dengan namanya, radiasi pengion bila bereaksi dengan materi akan menghasilkan ion. Hal ini terjadi karena energi yang dihasilkan cukup kuat untuk memecah ikatan kimia. Radiasi pengion ada yang berupa partikel dan ada yang berupa gelombang elektrmagnetik.
Berberapa proses peluruhan radioaktif yang menghasilkan partikel  atau  membentuk inti baru yang berenergi tinggi. Inti ini kemudian melepaskan energinya dalam bentuk radiasi elektromagnetik, yaitu sinar gamma (). Sinar  memiliki daya tembus yang amat kuat dan tidak terbelokkan oleh medan magnet atau medan listrik.
Menurut Maha (1985), iradiasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk pemakaian energi radiasi secara sengaja dan terarah. Sedangkan menurut Winarno er al., (1980), iradiasi adalah teknik penggunaan energi untuk penyinaran bahan dengan menggunakan sumber radiasi buatan. Apabila suatu zat dilalui oleh radiasi pengion, energi yang melewatinya akan diserap dan menghasilkan pasangan ion.

0 comments:

Post a Comment

Popular

Installed by CahayaBiru.com